Bart Simpson Fransiska Andriani: Mungkin kamu nggak bisa?

Sabtu, 05 Januari 2013

Mungkin kamu nggak bisa?


yaaa....mungkin kamu nggak bisa.
aku nggak pernah kan memberi kamu kesempatan?
aku nggak pernah kan memberi kamu harapan?
atau bahkan PHPin kamu...
jujur lho malah aku takut banget menyakiti kamu.
niatpun nggak ada.
kalau keaadaanya tiba-tiba begini, salahku?
kalau aku, jujur aku nggak mau nyalahin siapapun, kamu... atau bahkan diriku sendiripun enggak.
harus berapa kali lagi aku bilang.
aku menghargai perasaan kamu, hanya karena aku tahu perasaan itu bukan kamu yang ingin...karena aku pernah merasakan ada diposisi kamu.
ketika menyayangi seseorang, dan membiarkannya.
ketika menyayangi itu dibatasi, ketika menyayangi itu dilarang...
apakah bukan hal yang salah?
bukankah yang namanya perasaan yang tumbuh di hati seseorang itu Tuhan yang merancang, bukan kita yang inginkan kan?
jadi aku hanya merasa tidak berhak untuk "melarang" kamu menyayangiku.
itu saja.
bukankah sudah berkali kali aku bilang, terserah kamu apa yang mau kamu pilih, jika memang kamu ingin pergi pergilah...
aku hanya ingin persahabatan kita tetap terjalin sebagaimana sebelumnya.
bukan hanya sekali kan aku bilang, kalau aku belum merasa menjadi orang yang tepat buatmu, karena aku belum bisa menyayangimu. palingkanlah hatimu, diluar sana masih banyak cici cici yang lebih seimbang dengan kamu, dari pada aku.
tapi kamu bilang kamu mau bertahan
kamu bilang kamu ingin menunggu.
kamu bilang ini hanya soal waktu.
lalu aku harus bilang apa?
ya terserah kan kalau itu maumu.
toh penjelasanku sudah lebih dari cukup bahwa aku nggak bisa.
kalau kamu masih mau bertahan dengan persaanmu itu, ya monggo...
tapi disini, nggak ada istilah menyakiti ataupun disakiti.
karena itu perasaanmu.
jika aku harus terus-terusan berusaha untuk mejaga sikapku, agar kamu nggak tersakiti karena sikapku, jujur aku lelah.
aku sudah berusaha, toh aku sudah sering bilang aku butuh ruang. aku butuh waktu give me space.
ruang untukku sendiri. waktu untukku sendiri.
apa itu masih kurang untuk menjelaskan "bersikaplah yang wajar"
kalau kamu memang benar menyayangiku, buat aku nyaman, menyayangiku nggak cukup dengan berusaha mengambil hatiku.
menyayangi itu sangat berbeda arti dengan ingin memiliki.
bukan dengan mulut besar, membanggakan apa yang kamu miliki, membanggakan pola pikirmu, membanggakan prestasi dan semua tentang kamu.
ah, itu sama sekali nggak penting buat aku. nosens.
terus saja berbicara tentang kamu masalalumu kamu masa depanmu kamu keluargamu kamu teman-temanmu kamu pekerjaanmu.
itu nggak akan membuat aku jadi berbalik menyayangiku.
pernah kamu dengar apa yang aku mau tanpa harus kamu bertanya?
pernah kamu dengar apa yang aku rasa tanpa kamu tanya?
pernah kamu dengar apa yang aku lakukan tanpa kamu tanya?
itu karena kamu banyak bertanya justru kamu nggak memberi kesempatan untuk aku mengatakannya,
ah, persetan dengan cinta yang kamu jelaskan panjang lebar itu.
kamu nggak dengar apa yang aku katakan ketika aku diam.
kamu nggak tau apa perasaan yang nggak aku katakan itu.
berkata-kata terkadang nggak harus dengan berbicara panjang lebar.
terkadang cukup dengan kita diam.
toh, semua manusia punya hati kan, punya apa yang disebut kepekaan, dan itu fungsinya buat mendengarkan apa yang tidak bisa dengar lewat telinga, yang tidak bisa kamu lihat dengan mata...
siapa sih yang nggak jengah dengan pertanyaan itu itu saja.
sudah bangun belum?
sudah mandi belum?
sudah makan belum?
sudah ini sudah itu belum?
lagi apa?
lagi dimana?
kamu kenapa?
kamu bagaimana?
itu yang kamu sebut sayang?
lalu ketika pesanmu nggak dibalas dalam waktu beberapa menit.
berapa pesan yang kamu berondongkan ke inboxku dengan pertanyaan-pertanyaan sok panik.
lalu kamu bermellow-mellow di status facebook kamu.
menyimpulkan dengan kesimpulan kesimpulan yang kamu tarik dari pihak kamu sendiri?
aku begini aku begitu?
sungguh, itu bijaksana sekali lho. sangat bijaksana.
belajarlah bahwa kasih sayang itu tidak perlu dikatakan.
sama sekali tidak.
karena tanpa mengatakanpun jika kamu bersikap dengan benar maka orang yang kamu sayangi itu akan tahu dengan sendirinya.
ini baru tiga hari..bagaimana jika benar-benar enam tahun ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar