Bart Simpson Fransiska Andriani: Sepenggal maaf, untuk seseorang yang menyayangi saya :)

Kamis, 24 Januari 2013

Sepenggal maaf, untuk seseorang yang menyayangi saya :)

" Listen to me, I'm really sorry for what I did before.
You know the reason why I did it.
But believe me I never meant to hurt you... "



Jujur, untuk sat ini nggak ada kata-kata, selain maaf yang bisa aku katakan.
aku haya takut untuk semakin melukaimu.
ya, kamu, seseorang yang (mungkin) benar menyayangiku.
bukan maksudku, untuk meragukan atau bahkan nggak percaya.
namun, aku pernah memberi taumu dari awal, ini semua hanya akan sama saja.
entah kamu maju, entah kamu mundur aku akan tetap sebodoh ini tidak  akan menggeser sedikitpun hatiku.
lagi aku bilang, aku sama sekali tidak ada hak untuk melarangmu menyayangiku.
tapi satu hal yang aku tekankan lagi, aku belum bisa atau bahkan nggak bisa untuk lebih dari membiarkan kamu menyayangiku.
hanya saja, satu hal yang aku ingin kamu tahu, sampai sejauh ini aku selalu berusaha menjaga perasaanmu.
Aku selalu takut untuk membiarkanmu pergi dengan terluka, aku selalu berusaha untuk tidak membuatmu sakit karena aku.
Dan, percayalah bahwa ini sulit.
Seberapapun aku berusaha untuk tidak melukaimu, toh nyatanya sekarangpun aku rasa kamu sudah terluka, dengan kata lain aku gagal
Maaf, untuk aku yang bodoh ini.
Maaf karena aku membiarkanmu menyayangiku.
Maaf karena kamu harus terluka karena kebodohanku.
Maaf untuk perasaanmu yang tidak bisa aku balas sebagaimana mestinya.
Maaf, Maaf....Maaf...
Tapi satu lagi, ingat selalu bahwa akan ada hadiah dari Tuhan untuk sebuah ketulusan yang selalu diperjuangkan, entah untuk siapapun itu.
Percayalah, bahwa aku tidak membiarkanmu masuk lebih jauh bukan karena kamu nggak seperti yang aku mau.
Bukan karena itu, kamu bahkan lebih dari cukup untuk mengabulkan doaku kepada Tuhan untuk apa yang disebut sebagai seseorang yang tepat.
Aku mulai mengenal dan melihat bahwa dalam dirimu ada sebuah pengertian, kesabaran dan ketulusan, kamu orang yang baik.
Hanya saja, aku yang bodoh ini nggak mau memanfaatkan itu untuk membawaku pergi dari masalaluku.
Aku akan terlihat jahat, ketika hatiku masih belum untukmu, tapi membiarkanmu menyayangiku.
Biarlah nanti, ketika tiba masanya...
Jika memang sesuai kehendak Tuhan, dan seturut dengan rencana-Nya, aku memilihmu karena memang aku menyayangimu dan hatiku untukmu.
Bukan dalam keadaan seperti ini.
Namun, yang Tuhan jika inginkan lain, biarlah nanti kamu menemukan  seseorang yang baik, sepadan dan bisa mengimbangi kamu. Yang benar-benar menghargai dan menerima ketulusanmu sebagaimana mestinya.




 

Sekali lagi, maaf untuk membiarkanmu terluka ....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar