Kata orang cinta itu seperti air... mengalir...
Tapi buatku, cinta itu tidak seperti air.
Kenapa?
Karena air itu tak sekedar mengalir.
Oke. It,s just the begining.
ini tentang hari ini dan tentang seseorang.
akhir-akhir ini gue sedang tertarik dengan "cinta yang dewasa" whatever lah cinta yang dewasa itu menerut orang seperti apa, gue sedang belajar mengerti apa itu cinta. Jujur, gue sedikit tercengang waktu gue nyadar.
timing yang tepat buat belajar soal cinta, ternyata bukan saat pacaran.
Tapi justru saat kita sedang sendiri, sedang masa-masa pencarian atau penantian.
Yah, kedengarannya konyol memang. Tapi kapan kita mengerticinta itu sebenarnya seperti apa dengan objektif adalah saat kita benar-benar dalam posisi hati yang kosong.
Sebenarnya gue sendiri belum bener-bener mengerti, alasan kenapa akhir-akhir ini sering banget berkutat dengan kata-kata "dewasa".
Entah gue terobsesi atau cuma terbawa suasana aja, tapi gue pengen banget menemukan cinta dari seseorang yang dewasa, yah cinta yang dewasa.
Gue tau, ini klise banget dan malah mungkin bisa dibilang bulshit.
Gue sendiri nggak bisa jelasin cinta yang dewasa itu spesikfikasinya seperti apa.
Tadi, gue ketemu sama seseorang. Ya, seseorang yang cukup lama nggak gue bahas dalam keseharian gue.
Bukannya ngerasa sok bijak atau gimana ya, gue sendiri juga bukan psikolog, sebenernya pamali buat nilai-nilai orang.
Tapi dari raut wajahnya, sedikit banayak gue bisa membaca dia.
Ini cuma soal dulu-kemarin-hari ini.
yah, perubahannya bener-bener signifikan.
kenapa gue bilang agak berlebihan gitu?
siapa sig yang habis pikir, ibaratnya kalau dibuat urutan hari baru dua hari yang lalau dia menggebu-gebu ngutarain perasaanya, pamer keggihannya untuk bertahan, lalu kemarin dia diam, mundur dan menemukan orang baru (it's ok selamat, kalau memang orang baru itu bisa nerima dia apa adanya, lebih cantik dan lebih berkelas daripada gue, it's NOT my bussines) tapi kalau hari ini seolah-olah dia kayak nggak kenal gue, jujur gue lumayan nyesek lho.
Ada gitu orang yang kayak gitu? ini pertama kalinya gue nemuin orang dengan karakter unik macam dia.
Ini bukan jugment atau apa ya, gue kadang suka bingung sama mindsetnya cowok itu gimana, gue nggak tau pasti ini berlaku buat semua cowok atau dia doang.
tapi dari pengalan-pengalaman sebelumnya kayak gini emang, dan jujur ini paling parah yang pernah gue alamin.
mungki ini alasan kenapa ada peribahasa "isuk dhele, sore tempe, mbengi lanas".
apa yang dikatakan kemarin? apa yang diperbuat hari ini? dan apa yang terjadi besok? sama sekali nggak sinkron sama keinginan awal yangmenggebu-gebu.
Sejauh yang gue lihat saat ini, okelah gue rasa ini gue anggap masih taraf wajar kok. Toh ngaak cuma satu dua orang yang bisa bersikap begini.
Gue nggak mau kemakan omongan gue sendiri, gue tahu mungin suatu saat ini juga terjadi sama gue, atau bahkan mungkin secara nggak sadar ini pernah gue alami di masalalu mungkin.
Biarkan ini jadi pembelajaran buat gue kedepannya, bahwa yang orang cari itu apa yang disebut konsisten.
buat closingnya
cinta itu bukan sekedar seperti air.
karena air itu bukan hanya dapat mengalir saja...
Air akan keruh bila terkena lumpur.
Apakah cinta juga begitu, mudah berubah bila terpengaruh hal-hal buruk? Bukankah cinta yang tulus itu tidak mudah berubah?
Air akan menguap jika didiamkan.
Apakah cinta juga begitu, akan menghilang pelan-pelan jika menunggu untuk waktu yang lama?
Bukankah cinta itu abadi?
Air dengan minyak tak dapat bersatu.
Apakah cinta juga begitu, tidak dapat bersatu dengan hal yang berbeda?
Bukankah cinta itu menyatukan perbedaan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar