Aku ini ibarat seekor kodok.
Ya, kodok yg terus bersembunyi dalam tempurung.
tak ada keberanian untuk berbuat apapun.
karna aku tau setinggi apapun aku melompat,
tetap saja aku terkurung, tak kan menjangkau apa yg ku inginkan.
Aku ini cuma kodok yg terpuruk,
hanya bisa berdoa, berharap dalam gelap, agar ada keajaiban.
Aku ini cuma kodok,
hanya dari celah kecil, aku berani melihat, atau tepatnya mengintip, dia yg begitu sempurna disana,
sementara aku disini buruk dan terpuruk.
Aku selalu tahu, bahwa aku ini cuma kodok.
kecil, lemah.
Menjijikan.
mustahil dia mau melihat aku.
.aku selalu berharap, tempurung yg mengurungku ini terbuka.
dan aku dapat melihatnya tanpa harus bersembunyi.
tapi aku tahu,
aku tetap saja aku,
si kodok buruk rupa.
mustahil seorang pangeran mau mencium dan melepaskan sihir yg membelengguku.
seandainya ada,
tetap saja tak ada gunanya,
ini dunia nyata, bukan dunia dongeng.
dan aku hanya kodok,
aku hanya iska.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar