Jika ditanya apakah kita sekarang jauh lebih bahagia?
Jawab saja, entahlah.
Bohong.
kalau kita bilang sudah bisa 100% melupakannya.
Ya, kita selalu berusaha melupakan dia.
Berusaha mengurangi komunikasi dengannya.
Menjauh darinya.
Menghindari dia.
Mencoba mencari penggantinya.
Berusaha mengorek keburukan-keburukannya dan mencoba bembencinya.
Berusaha mengorek keburukan-keburukannya dan mencoba bembencinya.
Atau sebaliknya, mencaci maki dia agar dia membeci kita dan pergi dari kehidupan kita.
Seharusnya jangan begitu.
Itu salah.
Kita sudah cukup terluka dengan keadaan kita sekarang.
Jangan menambah buruk semuanya.
Kita sering termenung dan bertanya pada diri kita sendiri, kenapa "perbedaan" harus ada?
Jangan salahkan perbedaan.
Ingatlah dulu, bukankah kita sudah tau kalau kita tidak sama? Tapi masih kita jalani juga.
Dan ingat juga, kita sempat bahagia menjalaninya.
Lalu, kenapa kita masih menangis hari ini.
Kita selalu memvonis diri kita, betapa bodohnya kita dan menyesal pernah memilih dia. Tapi tanya hati kita, bukankah dia 'pernah' jadi yg terbaik buat kita?
Lalu kenapa, kita masih berusaha melupakan dia.
Ingatkah, seperti apa sakitnya ketika kita harus berpisah karena alasan itu?
Bukan hanya kita yg sakit, tapi dia juga.
Percayalah bahwa perbedaan itu bukan pilihan, tapi sebuah kepastiaan.
Dan kalau kita berpisah dengannya karena alasan itu, kita harus tau.
Artinya dia benar-benar mencintai kita.
Dia membiarkan kita jatuh sekarang, terluka sekarang, membiarkan kita sakit dan terpuruk seperti ini sekarang.
Karena dia tidak ingin membiarkan kita kelak jatuh lebih dalam atau terluka lebih dari ini.
Dia berpikir jauh kedepan, berpikir tentang kebahagiaan kita di hari depan.
Dia berpikir, kalau ini dilanjutkan akan semakin banyak yg terluka.
Dia ingat orang tua kita.
Sudahlah, kita harus berhenti saling menyalahkan.
Tak ada yg benar, tak ada yg salah.
Kita sama-sama kehilangan.
Kita sama-samaterluka dan kecewa.
Ayolah berhenti berlarut-larut dengan kekecewaan.
Kenapa kita harus menyesal dengan pengorbanan kita dulu? Kita pernah membuat dia bahagia dengan apa yg telah kita berikan.
Kenapa kita harus menyesal dengan kesetiaan kita. Dia beruntung pernah memiliki hati kita seutuhnya.
Berhenti mencaci maki dia, berhenti menyalahkan dia ketika dia memilih 'yg lain' dan mengganti kita dihatinya.
Biarkan jika teman-teman kita menyimpulkan bahwa dia meninggalkan kita karena ada yg lain dihatinya.
Dia ingin melepas kita, agar kita bahagia.
Percayalah, entah dia berlutut. . .entah dia bersujud. Tuhan tau bahwa dia berdoa buat kebahagiaan kita, menginginkan yg terbaik buat kita.
Nggak pernah ada yg salah dengan cinta. . .
Nggak akan ada yg salah dengan perbedaan. . .
Seandainya memang benar2 sudah tidak bisa disatukan, ya sudah.
Relakan saja.
Ini cuma soal waktu dan pengertian.
Kuncinya kita harus berani mengambil sebuah keputusan.
Berat memang.
Sakit memang.
Tapi jangan anggap bahwa hidup kita harus berhenti di sini.
Life must goes on!
Masih banyak hal yang harus kita lakukan.
Jalan masih panjang.
Dan percayalah, Tuhan mengatur semuanya. . .
Indah pada waktunya.
#soundtrack Jalan Terbaik-seventeen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar