Bart Simpson Fransiska Andriani: maju mendapatkan...atau mundur menghilang?

Selasa, 27 November 2012

maju mendapatkan...atau mundur menghilang?

ini pagi buta... atau bisa juga aku bilang setelah tengah malam.
kamu sudah tidur dan aku masih saja terjaga.
kalau bukan karena migrain yang menyebalkan ini tentunya tidak.
bolehlah...aku cerita sedikit tentang kamu.
ah, lancang rasanya aku sebut kamu...
tapi apa anda? wah... itu cukup kaku juga.
awalnya aku membayangkan pun tidak pernah.
di tanah asing ini, akan mengenal atau bahkan bisa dekat dengan orang macam kamu *eh maksudnya anda * eh kakak lah...dia nggak mau dipanggil abang, kayak tukang tahu gejrot katanya.
sedikit masih ingat samar-samar.
waktu itu, ada acara penyambutan mahasiswa baru di "kalangan  kami" yah, mahasiswa baru yang kakean polah ini sebenarnya belum SAMA SEKALI menyadari bahwa dia ada. (padahal segede gitu -,-)
tapi seiring berjalannya waktu, beberapa minggu setelah event itu, tiba-tiba disaat aku sedang asyik chatting di FB dengan temen-temen LDR ku di Jogja sana, dia menyapaku lewat bunyi tuing dilayar si merah.
ah... biasa saja sih sebenaranya.
tapi, lama-kelamaan, kami, atau tepatnya aku jadi asyik ngobrol.
lalu diapun minta nomor hp, ah masih biasalah anggapku, palingan juga modus.
obrolan berlanjut di sms.
menurutku dia SANGAT kepo. banyaaaaak banget nanya bahkan sampai nama tukang nasi uduk yang sering lewat depan rumah pun dia tanya... (hehehe sebenernya enggak segitunya juga)
dari situ bisa dibilang aku gak geer...ya gimana sih, wajarlah baru agak.
tapi kok semakin hari ada yang semakin janggal, padahal pikiran bahwa yang diPHPin bukan cuma aku jelas masih ada, wajarlah dia kan senior...
tapi minggu sore itu aku bener-bener siyok.
 waktu dia tanya gini "iska...kalau ada orang yang usianya lebih tua dari kamu, dan suka sama kamu, kamu nanggepinya gimana?"
mampus! menjurus banget ini dia nanya.
dan dengan sok bijak aku jawab blablabla...
sampai akhirnya dia bilang "saya mulai suka sama kamu"
ckckck kebayanglah keringat dingin rasanya gimana.
waduh mas, aku baru 18... lha masnya 24...
apa enggak kejauhan yak?
sebenernya sih aku bukan tipe orang yang suka memepermasalahkan hel-hal sepele kayak gitu...
kadang emang bener kata mbah uti, cinta itu bikin bego...
iyalah, kalo kita (eh, maksudnya aku) udah nyaman, dan suka sama orang dan sayang sama dia, sampai nggak peduli sama penampilannya... kalau masalah umur sih who knows ya...
tapi jujur kalau sekedar nyaman sih iya ... tapi begitu dia menawarkan komitmen.
aduh! jleb banget rasanya.
yaudahlah...biar pelan-pelan, saling mengenal dululah istilahnya.
baru juga beberapa bulan kenal.
rasanya masih biasa tapi entah geer atau apa kadang suka ngerasa kalau status-status nggak jelas yang diupdate diFB nya itu buat aku.
 dan akhirnya....
Breaking Dawn part 2
rasanya itu cukup buat mengawali dan membuka yang sebenernya.
jadi ceritanya gini...
long weekend. jumat, sabtu, minggu...libur.
yaa dia balik dari kota tempat kerjanya ke kota tempat tinggalnya.
entahlah.... tiba-tiba disela kengangguranku dirumah aku tiba-tiba pengen ngeluangin waktu buat ngelurusin apa yang sebenernya terjadi.
yah, itu berawal dari dia bilang...
"iska, kalau saya tiba-tiba menghilang dari kehidupan kamu, kamu gimana?"
astaga sumpah, itu nyesek banget...
mana lagi dijalan pulang dari kampus kehujanan lagi.
aku kira dia mau mati atau gimana...soalnya dia sempet bilang abis mimisan pas jam makan siang ...pokoknya pikiranku udah kemana-mana...
bisa jadi gara-gara kebayakan  nonton drama korea, aku dengan polosnya nanya "emangnya kakak sakit apa?"
entahlah tiba-tiba setelah itu aku kehilangan mood buat sms dia sampai akhirnya dia tanya:
"apa yang harus SAYA lakukan...apakah saya harus maju untuk mendapatkan atau mundur dan menghilang?"
semaleman aku udah nyusun kata-kata banyaaaak banget.
dan paginya aku akhirnya mengumpulkan keberanian buat menemui dia,
minggu sebelumnya dia ngajak makan siang bareng dan gara-gara aku sok sibuk akhirnya aku nggak mau, dan masa dia ngajak lagi aku nolak, kesannya nggak etis banget.
dan dengan bisa makan bareng, aku berharap aku berani ngomong yang sebenernya.
tapi apa yang terjadi?
melenceng jauh banget dari yang diharapkan.
aku yakin dia stalker banget...
tiba-tiba dia ngajak nonton.
dan apa? Breaking Dawn.
kebayang part 1 nya yang hihihi nggak perlu dijabarin lah kayak apa ;)
terus aku diajak nonton sama dia.
tiba-tiba inget pesen bapak.
"ndhuk, ojo sembarangan lhoo ngobrol karo uwong sing durung awakmu kenal. sing ngati-ngati, ojo gampang percoyo karo uwong."
beuuuh... galau berat.
tiba-tiba ada sms yang tiba-tiba meruntuhkan pendirianku.
"iska, kita mau jadi nonton nih... serius kamu nggak bisa ikut?"
anjir...gemes banget. gue udah 18 tahun sekarang, tahun kemaren gara-gara gue masih terlalu kecil buat nonton adegan hot kissing gue ketinggalan part 1 nya.

masa cuma gara-gara pengen nemuin dia aku jadi batal nonton sama temen-temen.
akhirnya aku iyain deh ajakan dia.
tapi taukan resikonya...ya, kita jadi ngumpet-ngumpet takut kepergok sama dua anak itu...apa kata dunia?
 entahlah...dari awal berangkat aku jalan bareng dia...jalan diasamping dia, kerasa banget... aku ngerasa safe ada dideket dia.
ngarasa nyaman ngobrol sama dia...
ya Tuhan ambyar deh semua yang aku susun semaleman sampe jam 2 pagi.
dia sempet pegang tanagan aku, digenggam... dan aku nggak ngerasa ada kaku sedikitpun, jujur sih... tanganku bukan cuma dingin banget, tapi sampe keringat tuh banjir kemana-mana...
dan dia berhasil meruntuhkan pertahananku paling lemah.
poni! ya... kau paling luluh sama orang yang ngacak-acak poni aku.
 dari awanya aku ngerasa bahwa aku nggak akan bisa ngimbangi dia sampai akhirnya aku sadar kalau dialah yang bisa mengimbangi akau...
apa namanya kalo bukan saking penegertiannya, nungguin aku sampai aku selesai acara nggak jelas di kampus...
sampai akupun mulai ngerasa ada rasa sayang disana...ada ketulusan disana ...
ya Tuhan...ini indah, tapi terlalu rumit untuk nalarku mencernanya.
sampai misa pagi itu...aku duduk disampingnya.
aku belum lupa dan nggak akan pernah lupa, waktu itu masih dijogja...aku misa bareng temenku, dan dia kegereja duduk dan misa bareng pacarnya. sampai aku mohon sama Tuahan 
"ya Tuhan, aku pengen banget misa bareng seseorang yang sayang sama aku, dan duduk...berlutut bersama kayak mereka.."
lalu... terjadilah padaku menurut perkataanMu.
trenyuh banget, pengen deh nangis... entah aku nggak tau harus nangis karena apa.
tapi aku ngersa misa itu bener-bener indah.
sampai akhirnya...entah bego atau apa...aku bilang ke dia kata-kata yang semula udah akau simpan rapat-rapat itu.
"untuk menjadi dewasa itu tidak sederhana.
tidak mudah menyingkirkan kesenangan pribadi kita untuk kebahagiaan orang yang kita sayangi.
berani menentukan sikap untuk kebaikan orang kita sayangi, walaupun itu akan berat baginya dan bagi diri kita sendiri.
Tuhan itu adil, selalu membiarkan kita memilih, sekalipun itu pilihan yang sulit, dan dari pilihan kita itulah yang menentukan kehidupan kita sela

njutnya...
ketika kita benar-benar menyayangi seseorang, itulah pilihan tersulit.
yang berhak menentukan adalah hati, dan hatilah satu satunya yang tidak pernah berbohong.
ketika kita berani menyayangi seseorang, itu artinya kita siap untuk membuatnya bahagia.
ketika kita merasa tidak mampu membuatnya bahagia, berarti kita harus siap melepaskannya untuk menemukan seseorang yang mampu membuatnya bahagia dan mengimbanginya lebih daripada apa yang kita dapat lakukan. (dan itu awalnya menyakitkan)
sebuah kejujuran itu adalah ketulusan yang tidak ada tandingannya.
kata "tidak" tidak selalu berarti sebuah penolakan yang menyakitkan
bisa jadi itu adalah bukti sebuah ketulusan terakhir yang mampu mengungkapakan ketika kita tidak ingin melihat orang yang kita sayangi terjatuh lebih jauh.
pilihan itu ada karena hidup selalu memerlukan kepastian.
terimakasih karena memberikan saya kesempatan untuk memilih.
terimakasih "kakak" untuk mengajariku menjadi sekuat dan sedewasa ini :)"
dan akhirnya kata-kata itupun mengiringi isak tangis ku waktu kami berbicara ditelepon.
tapi rupanya Tuhan nggak membiarakan aku menyakiti sipapun.
aku tiba-tiba kehilangan hatiku yang semula sugdah kaku dan keras itu...
"iska, tolong jangan tutup hati kamu...biarkan saya menyayangi kamu, selaipun dalam keadaan seperti ini...biarkan saya tetap mencoba, dan tolong jangan katakan tidak bisa."
entahlah setelah itu, aku sangat merasa bersalah. apa aku memiliki hak untuk melarang seseorang menyayangiku? perasaan itu buka  dia yang ingikan... kasih sayang itu anugerah yang indah dari Tuhan, sudahlah biarkanlah itu tetap tumbuh bersama waktu ...
Tuhan pasti punya cara untuk mengakhiri ini dengan indah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar