tua itu pasti, dewasa itu pilihan!
ya itu kata-kata yang beberapa hari ini aku cerna.
seorang yang dekat denganku yang mengatakan itu, Aloysia Via Christy
sedekat apa tidk perlu dijabarkanlah, pikir saja kami sudah bersama-sama sejak TK.
mendaraskan kata-kata itu memerlukan waktu yang lama, ya nice word... indah memang tapi begitu sulit di cerna.
tua itu pasti... ya, semua orang akan bertambah usia setiap tahunnya.
dan secara otomatis seiring umur yang bertambah, kematangan cara berpikir seseoran dan kedewasaannya pun seharusnya mengikuti.
Tapi ternyata bukan seperti itu.
Menjadi dewasa itu tidak sederhana. karena bertambah umur bukan berarti bertambah dewasa.
satu hal yang membuatku benar-benar merenungkan ini.
setting nya, aku lagi nonton perahu kertas di kamarku, ada adik kecilku yang rebahan didekatku.
Obrolan seorang mbak-mbak kuliahan dan anak SD kelas lima, bisa dibayangkan lah, ngalor ngidul seperti apa.
tapi ada satu topik yang nyeletuk dari pemeikiran polos seorang anak kelas lima SD.
"Mbak? besok aku mau nerusin sekolah dimana ya?"
Entahlah itu pertanyaan sederhana. Tapi cukup membuatku mengernyitkan dahi dan bingung harus menjawab apa.
"Ya makanya mulai sekarang kamu belajar yang bener, biar nilaimu bagus, kalo nilaimu bagus, kamu bebas mau milih sekolah di mana aja."
Yah, itu jawaban standar lah. Semua orang juga pasti bilang kayak gitu kok.
Tapi ternyata belum berhenti di situ.
Mbak mungkin nggak sih kalo aku pengen SMA di Jogja.
terus aku kuliah dimana?
Kalau mama udah nggak kerja?
Kalau penghasilah Bapak udah nggak kayak sekarang?
hah?
aku sampai menatapnya lekat-lekat. Itu batusan siapa yang ngomong? adik kecilku?
sejauh itukan dia berpikir?
aku hanya menghela nafas dalam-dalam.
pertanyaan itu rasanya bukan pertanyaaan untuk dijawab. tapi pernyataan seorang anak kecil polos yang khawatir akan masa depannya.
satu pertanyaan lagi yang benar-benar menampar ku .
"mbak besok kalau udah jadi guru mau ngajar di mana?"
itu bener-bener polos.
tapi benar benar pertanyaan mematikan.
entahlah dari situ aku mulai menguraikan, apa yang di katakan adikku.
seakan -akan dia mau bilang.
"Mbak, kamu itu kuliah yang bener, belajar yang rajin, cepet lulus, lihat nih aku... kebutuhanku masih banyak didepan sana. Bapak, Mama... mereka udah tua mbak, apa mbak mau mebiarkan aku mengandalkan mereka juga buat pendidikanku besok, kasian mereka... Mbak, mbak sekarang apa-apa serba keturutan, tapi aku yang akan datang belum tentu. lihatlah mbak, dipundakmu itu ada aku juga yang nantinya harus kamu topang. sudah saatnya kamu mulai berpikir DEWASA!"
mungkin seperti itu yang tersirat dari wajah adikku yang masih sangat polos itu.
saatnya dewasa iska... apa yang kamu lakukan sekaran ini lah yang akan menentukan kamu kedepannya nanti ...
Fight !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar