Bart Simpson Fransiska Andriani: Ada Cinta di Balik Jeruji Besi

Selasa, 18 Desember 2012

Ada Cinta di Balik Jeruji Besi

Siang ini, entah apa yang terpikir jelas di otakku selain tugas tugas... tugas... observasi... wawancara... makalah.... presentasi... semesteran...
arrrrgh... !!!
rasanya kayak udah pengen meledak deh kepalaku...
belum lagi ini hanya masalah otak saja yang bikin capek, kalau mau dijabarin kemasalah hati, capeknya nggak akan tergambarkan seperti apa.
alien aneh itu -,-
temen-temen lagi pada mau refresing katanya, ke XXI nonton film 5cm katanya...tapi aku malah terdampar di sini.
jujur aku sama sekali nggak pikir panjang kenapa tadi aku bisa sampai kesini.
ya, di Polsek Balaraja.
jauh banget dari gambaranku sebelumnya...
jadi kantor polisi seperti ini.
aku bebas masuk tanpa ada penjagaan ketat. dan tanpa introgasi, aku mengamati CCTV di sudut ruangan, nggak ada yang memantau.
baru beberapa langkah masuk ke ruangan depan aku mulai berasa nggak nyaman dengan asap rokok yang pekat dan menyesakkan nafas.
di pojok kanan ruangan, ada teralis-teralis besi, di sana ada beberapa orang berdiri berhadapan.
Di atas teralis ada papan kuning bertuliskan "jam besuk tahana : selasa pukul 10.00 WIB -11.30 WIB"
aku menrogoh kantong jaket almamaterku dan melihat jam di layar ponselku, pukul 11:08.
penat rasanya aku bekutat di kampus, maka aku melarikan diri ke sini.
awalnya aku tak akan berlama-lama di sini, sekedar melakukan observasi, yah... wawancara singkat dengan Bapak-Bapak berkumis tebal yang katanya humas itu.
tapi, karena Bapak itu sedang sibuk, wara-wiri dengan urusannya, aku terpaksa ditelantarkan di ruang tamu. tapi aku keluar...
melihat banyak ibu-ibu membawa balitanya.
sempat berfikir "Lho... ini kantor polisi apa posyandu sih?"
tapi kemudian ada yang mebuatku mengerutkan dahi...
seorang ibu muda, menggendong anaknya yang berusia kira-kira dua tahun.
berbincang dengan seorang om-om dibalik teralis.
hipotesisku mengatakan, itu pasangan suami istri dan anaknya.
mereka tampak berbincang-bincang hangat, sepintas seperti ada kerinduan di bias-bias sinar mata mereka.
Ya Tuhan, aku rasanya tersentuh sekali...
malah hampir saja menetes air mataku, sudah benar-benar berkaca-kaca.
apalagi ketika si kecil dengan polosnya memangil "Ayah... Ayah..." dengan tawa-tawa kecil yang yang sangat riang.
kemudian sang ibu menurunkan si kecil dari gendongannya.
"Yah, lihat deh... dedek udah bisa jalan."
Aku melihat senyuman lebar dari wajah sang Ayah...
seakan ia ingin berlari dan memeluk sang anak, yang sempoyongan melangahkan kaki-kaki kecilnya mendekat kejeruji besi yang mengurung Ayahnya.
mata sang ayah tempak beraca-kaca, entah bangga atau menyesal yang dirasakannya. ia hany terlihat ingin menggendong sang anak, tapi tanganya terhalang teralis besi itu.
melihat si kecil yang mulai tumbuh tanpa dia di sisinya mungkin ada rasa bersalah dihati sang ayah.
sang ibu melempar senyuman iba kepada sang ayah...
Ya Tuhan, aku melihat itu bikin trenyuh sekali, ini bahkan lebih keren daripada nonton film di XXI.
aku sama sekali nggak nyesel ada disini menyaksikan peristiwa yang indah ini.
ya mungkin memang begitulah cinta... sekalipun terkadang ngenes, tapi selalu indah untuk di kisahkan.
siapa yang masih bisa menyangsikan kuatnya cinta?
jangankan hanya cinta jarak jauh...
jangankan hanya cinta beda agama...
jangankan hanya cinta yang tidak mendapat restu dari orang tua...
ini bahkan lebih dari itu, cinta yang yang terhalang jeruji besi.
yah itulah manusia... Tuhan memang sengaja menciptakannya tidak sempurna, tapi cinta yang sengaja Tuhan ciptakan teramat rumit itu justru yang akan menyempurnakannya apabila ia menanggapinya dengan bijak.
itulah mengapa cinta itu indah... karena cinta itu memaafkan kesalahan dan kekhilafan yang telah diperbuat.
itulah mengapa cinta itu menguatkan...karena cinta selalu bersedia menerima kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri orang yang dicintainya.
itulah yang disebut ketulusan.
terimakasih, Tuhan...
buat apa yang aku lewati di hari-hari kemarin...
terimakasih untuk hari ini...
terimakasih karena aku boleh banyak belajar dari apa yanga ku lihat, apa yang aku dengar, apa yang aku rasakan hari ini.
aku percaya Tuhan, Engkau masih membiarkan cinta didalam hatiku ada ...
agar kelak ada orang yang mau memaafkan kesalahanku...
agar ada orang yang mau menerima aku apa adanya...
agar suatu saat nanti aku mengerti apa yang disebut dengan ketulusan.








1 komentar: